Jumat, 24 Januari 2014

Aneka Resep Kue Nusantara


KUE IWEL



Kue Iwel adalah kue tradisional nusantara dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kue iwel memiliki kemiripan dengan kue dodol atau jenang dengan tekstur kue yang legit dan rasanya yang enak dan manis. Kue iwel ini biasanya disajikan pada saat upacara tradisional masyarakat Lombok.

Kue iwel ini bisa bertahan cukup lama, lebih kurang 5 hari karena pembuatannya melalui proses sangrai, pembakaran dan pengukusan. Bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat kue iwel ini banyak tersedia di pasar sehingga kita juga bisa mencoba membuat kue iwel ini, yang bisa dijadikan salah satu kue hidangan khas di acara silaturahmi keluarga, hari raya, dan acara khusus lainnya.

BAHAN :
1/2 kg beras ketan hitam
1/2 butir kelapa sedang
1 sdt garam
2 buah gula merah, iris tipis
3 lbr daun pisang

CARA MEMBUAT :
1. Rendam beras ketan hitam semalaman, tiriskan, sangrai hingga kering lalu tumbuk halus, sisihkan.
2. Bakar kelapa, bersihkan, cuci lalu parut. Campur dengan garam dan beras ketan hitam halus. Masukkan dalam dandang, tutupi daun pisang.
3. Letakkan irisan gula merah di atas daun pisang, kukus hingga gula merah mencair. Setelah itu, keluarkan daun pisang, tumbuk kembali beras ketan hitam halus dan gula merah bersamaan hingga adonan licin.
4. Gulung ketan, padatkan, lalu potong-potong setebal 1/2 cm, sajikan.

      KUE BOLA UBI



Ubi jalar merupakan salah satu bahan utama yang sering dipakai dalam pembuatan kue tradisional nusantara selain singkong/ubi kayu. Dengan sedikit kreativitas, ubi jalar ini bisa diolah menjadi kudapan berbentuk bola-bola yang manis yang dikenal dengan nama kue bola ubi, yang cocok untuk teman minum kopi atau teh.

Kue bola ubi paling enak disantap selagi masih hangat karena kerenyahan kulitnya masih enak dinikmati. Kue bola ubi ini juga sering ditemukan dijual di pasar-pasar tradisional yang juga merupakan salah satu kue jajanan pasar favorit. Kue bola ubi kadang ditulis dengan nama "kue bola obi"

BAHAN :
500 gr ubi merah atau kuning, cuci bersih
100 gr gula pasir halus
3 sdm tepung terigu
200 gr nangka, iris kotak kecil
100 gr gula pasir (untuk bahan saus gula)
75 cc air
1/4 sdt vanili
Gula bubuk secukupnya untuk taburan
Minyak goreng secukupnya

CARA MEMBUAT :
1. Kukus ubi jalar sampai matang, angkat, kupas.
2. Selagi panas, haluskan dan campur ubi dengan gula pasir halus, vanili, dan tepung terigu, aduk sambil dihaluskan.
3. Ambil 1 (satu) sdm ubi, bentuk bulat lalu pipihkan. Isi dengan nangka dan bentuk bulat sebesar bola bekel. Lakukan pada semua adonan bahan sampai habis.
4. Panaskan minyak, goreng sampai matang berwarna kecoklatan. Angkat, tiriskan.
5. Sajikan dengan taburan gula bubuk atau saus gula.
6. Untuk saus gula : masak gula pasir, air dan vanili hingga kental. (Opsional)

KUE TALAM UBI JALAR




Kue talam ubi jalar ini merupakan salah satu variasi kue talam, terdiri dari dua lapisan yakni lapisan bawah yang berwarna kuning yang berasal dari warna ubi jalar dan lapisan atas yang berwarna putih yang berasal dari campuran tepung beras, kanji dan santan.

BAHAN LAPISAN BAWAH :
300 gr ubi jalar, lebih bagus jika yang warnanya kuning kemerah-merahan
60 gr tepung kanji
50 gr tepung beras
125 gr gula pasir
250 ml santan kental dari 1 butir kelapa
1 sdt agar-agar bubuk
1/2 sdt garam halus

BAHAN LAPISAN ATAS :
2 sdm tepung beras
25 gr tepung kanji
150 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa
25 ml (+/-5 sdm) air panas
1/2 sdt garam halus

CARA MEMBUAT :
UNTUK LAPISAN ATAS :
1. Kupas ubi jalar, kukus sampai matang, haluskan selagi panas. Campur ubi halus dengan tepung beras, tepung kanji, santan, agar-agar, gula pasir, dan garam sampai lembut lalu saring dan sisihkan.
2. Siapkan cetakan kue talam (cucing) yang sudah diolesi minyak goreng. Tuangkan adonan ubi ke dalam cetakan cucing sampai setinggi 3/4 cetakan. Kukus selama 10 menit atau sampai adonan mengeras.

UNTUK LAPISAN BAWAH :
3. Campurkan tepung beras, tepung kanji, dan garam, kemudian diaduk rata. Tuang air panas dan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai campuran merata. Saring.
4. Tuang adonan tersebut ke atas lapisan bawah sebelumnya hingga cetakan penuh. Kukus kembali 20 menit atau sampai kue matang. Angkat, dinginkan. Kue talam ubi siap untuk disajikan.

PUTU MAYANG




Putu mayang adalah kue tradisional nusantara dengan bentuk yang sangat unik seperti bola mi atau benang tebal yang dibulatkan. Bentuk yang unik tersebut dihasilkan dengan menggunakan cetakan khusus putu mayang. Putu mayang biasanya dinikmati dengan tambahan saus kinca yang manis dan gurih yang terbuat dari gula merah.
 
BAHAN :
300 gr tepung beras
2 sdm gula pasir
1 sdt garam
100 gr tepung kanji
550 ml santan dari 1 butir kelapa
daun pisang untuk alas
1 sdt pewarna merah (bisa dipakai pasta stroberi)
1 sdt pewarna hijau (bisa dipakai pasta pandan)

BAHAN SAUS KINCA :
200 gr gula jawa/gula merah, diiris halus
25 gr (2 sdm) gula pasir
500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
1 lembar daun pandan, potong-potong
1/2 sdt garam halus
1 sdm tepung beras
2 cm kayu manis

CARA MEMBUAT :
1. Masak tepung beras, santan, gula dan garam sambil diaduk sampai menggumpal. Angkat dari api.
2. Pindahkan adonan tepung beras ke mangkuk besar, selagi panas tambahkan tepung kanji sambil diuleni hingga adonan rata dan kalis. Sisihkan.
3. Bagi adonan menjadi tiga bagian. Masing-masing diberi pewarna merah (pasta stroberi) dan hijau (pasta pandan) pada setiap bagian. Biarkan putih pada bagian lainnya. Aduk rata.
4. Masukkan adonan ke dalam cetakan putu mayang. Tekan sambil ditampung di atas daun pisang yang sudah diolesi minyak goreng. Lakukan seterusnya sampai adonan habis.
5. Kukus adonan selama 15 menit atau hingga kue matang. Angkat dan dinginkan.
6. Saus Kinca : Larutkan tepung beras, gula merah, gula pasir dan garam dalam santan. Tambahkan daun pandan dan kayu manis. Rebus sambil terus diaduk sampai mendidih. Angkat, saring, dan dinginkan. Saus kinca siap digunakan.
7. Sajikan putu mayang dengan saus kinca.


KUE APEM KUKUS




Kue apem merupakan salah satu kue tradisional Indonesia. Di Malaysia juga dapat ditemukan kue dengan nama yang hampir sama yakni "kuih apam" tetapi berbeda dalam bahan dan cara membuatnya.

Kue apem menggunakan tape singkong, santan dan air kelapa, sedangkan "kuih apam" sama sekali tidak mempergunakan bahan-bahan ini. Bentuk kuenya juga berbeda. "Kuih apam" lebih mirip dengan kue mangkok yang tidak mekar.

Kue apem kukus ini merupakan salah satu variasi dari berbagai macam Kue Apem yang dikenal.

Resep kue apem kukus sebagai berikut :

BAHAN :
150 gr tape singkong yang manis, buang seratnya
150 gr gula merah, sisir halus
200 cc air kelapa
225 cc santan kental
250 gr tepung beras
2 lembar daun pandan, diikat

CARA MEMBUAT :
1. Tape singkong diremas-remas sampai halus.
2. Campur gula merah dengan tape yang telah dihaluskan dan air kelapa, aduk rata sampai halus, lalu saring.
3. Siapkan tepung beras dalam wadah, tuangi dengan air tape sedikit demi sedikit sampai kalis sambil ditepuk-tepuk kurang lebih
selama 20 menit. Tambahkan dengan santan dan diamkan selama 12 jam pada suhu yang hangat.
4. Panaskan panci pengukus. Siapkan loyang berukuran 18 x 18 cm, olesi dengan minyak goreng. Tuangkan adonan dalam loyang dan kukus
sampai matang, angkat, dinginkan.
5. Potong kue sesuai selera.


KUE KU (KUE KURA-KURA)




Kue Ku adalah nama kue tradisional yang sebenarnya berasal dari negeri Tiongkok, namun sudah popular di bumi Nusantara, karena sering tampil sebagai pendamping tumpeng. "Ku", adalah kata dalam bahasa China dialek Hokkian, jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia artinya adalah Kura-Kura. Jadi Kue Ku sebenarnya adalah Kue Kura-Kura, karena bentuknya yang menyerupai kura-kura. Kue Ku telah ikut memperkaya khazanah kue nusantara.

BAHAN ISI :
200 gr kacang hijau kupas, rendam 2 jam
125 gr gula pasir
200 ml santan dari 1/2 butir kelapa
1/2 sdt garam halus
1/4 sdt vanili
3 sdm minyak goreng
2 lembar daun pandan, dipotong-potong

BAHAN ADONAN UNTUK KULIT KUE KU :
300 gr tepung ketan
300 ml santan mendidih dan kental dari 1 butir kelapa
75 gr gula pasir
1 sdt pewarna merah cair
Daun pisang secukupnya
Minyak goreng secukupnya untuk mengolesi daun pisang sebagai alas

CARA MEMBUAT :
1. UNTUK BAHAN ISI : Kukus kacang hijau sampai empuk dan matang, haluskan. Campur kacang hijau halus, gula pasir, santan, vanili, garam, dan daun pandan, masak dengan api kecil sambil diaduk sampai terbentuk adonan yang kalis dan dapat dibentuk. Angkat dan dinginkan.
2. UNTUK BAHAN KULIT : Campur tepung ketan dengan gula pasir. Tambahkan santan panas sedikit semi sedikit sambil diuleni sampai tidak melekat di tangan dan dapat dibentuk. Beri pewarna merah, uleni lagi sampai rata.
3. Ambil 1 sdm adonan kulit, bentuk bulat dan pipihkan. Beri isi dengan 1/2 sdm bahan isi kacang hijau. Rapatkan, kemudian letakkan ke dalam cetakan kue ku yang telah ditaburi sedikit tepung ketan, sambil ditekan-tekan.
4. Ketuk dan keluarkan kue dari cetakan. Letakkan di atas selembar daun pisang yang sudah dipotong sesuai bentuk kue dan diolesi sedikit minyak goreng. Lakukan seterusnya sampai adonan habis.
5. Kukus adonan selama lebih kurang 20 menit dengan api sedang sampai kue matang.
6. Angkat, kemudian olesi permukaan kue dengan minyak goreng. Dinginkan. Kue Ku siap untuk disajikan.


KUE SARANG SEMUT




Bentuk tampilan, warna, aroma, dan tekstur kue sarang semut yang unik sangat menggoda selera setiap orang untuk mencicipinya. Warna coklat kehitaman pada kue sarang semut berasal dari gula pasir yang dipanaskan hingga menjadi karamel. Salah satu keunikan yang menjadi ciri khas dan asal nama kue sarang semut adalah tekstur kuenya yang berongga-rongga seperti sarang semut.

BAHAN :
200 gr margarine/mentega, dicairkan
200 gr gula pasir
200 ml air
150-200 ml susu kental manis (tergantung manis yang diinginkan)
100 gr tepung terigu
1 sdt soda kue
5 butir telur

CARA MEMBUAT :
1. Panaskan gula hingga menjadi karamel, beri air, aduk hingga gula karamel larut. Dinginkan.
2. Kocok telur hingga agak pucat dan berbuih, masukkan susu, kocok hingga rata.
3. Tambahkan tepung, mentega cair, aduk rata lalu masukkan air karamel dan soda kue. Aduk rata kembali.
4. Tuang ke dalam loyang yang sudah diolesi mentega dan ditaburi tepung tipis. Panggang dengan suhu 150 °C hingga matang (lebih kurang 45 menit)
5. Tunggu hingga benar-benar dingin sebelum dipotong.

NB : Adonan sebelum dipanggang memang terlihat cair.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar